Kamis, 09 Oktober 2014

Dua Kata Sederhana Yang Akan Membuat Keterampilan Menulis Anda Berkembang Pesat

Mungkin kita seringkali kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan ditempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun paragraf menjadi bab saja sulitnya minta ampun.
Atau mungkin juga kita sering merasa terpesona membaca buku orang lain sedangkan buku kita belum rampung juga ditulis. Lalu kita bertanya, bagaimana, sih, cara menjadi penulis seperti mereka?
Jawabannya ada pada dua kata sederhana yang memiliki pengaruh besar ini: practice (latihan) yang massive (banyak). Mari saya tunjukkan sebuah contoh perbandingan.

Mengapa seorang bocah umur lima tahun di Amerika sana sangat lancar berbahasa inggris, padahal mereka tidak pernah belajar bahasa inggris di sekolah? Dan mengapa pula kita orang Indonesia, setelah  belajar bahasa inggris bertahun-tahun di kelas, masih banyak yang tidak bisa berbahasa inggris?

Dan lebih parahnya lagi, ternyata kita sering diajarkan oleh orang yang belum tentu juga menguasai bahasa inggris (walau sering mengaku sarjana bahasa inggris! Maaf numpang nyindir… he.. he…)
Contoh ini sama dengan perbandingan kita dan penulis sukses itu.
Mengapa kita sering sekali merasa sulit menciptakan tulisan yang baik dan menarik? Dan mengapa pula penulis hebat itu sangat lihai menciptakan tulisan yang baik, menarik dan bahkan menggugah?
Jawabannya karena kita jarang sekali latihan menulis atau bahkan sering sekali merasa malas untuk melakukannya. Sedangkan penulis yang telah sukses itu telah menulis banyak hal dalam waktu yang lama. Mereka telah memutuskan untuk menulis setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka telah menjadi diri mereka yang sekarang.
Felix Siauw (Seorang Best Spiritual Motivator, Asli Palembang) dalam satu buku best sellernya, How To Master Your Habits, menuliskan,
“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits.”
Benar sekali Bang Felix, setuju bangets. Bila kita banyak (massive) melatih (practice) minat kita maka dalam keadaan terpaksa ataupun sukarela, pasti kita bakal menguasainya.

Apa yang ditulis Bang Felix ternyata sama dengan apa yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

“Bahwa penguasaan dalam suatu bidang tertentu merupakan kunci utama dari kesuksesan, dan penguasaan tersebut hanya bisa diperoleh oleh seseorang jika telah melakukan latihan minimal 10.000 jam.”
Ya, kita akan menguasai keahlian apapun yang kita minati setelah kita berlatih selama 10 ribu jam. Kalo dihitung-hitung, 10 ribu jam itu sama dengan dua tahun. Jadi bila kita ingin ahli melakukan suatu hal, menulis misalnya, berarti kita harus berlatih menulis satu jam setiap hari selama kurang lebih dua tahun.
Yups, saya setuju dengan dua pendapat dua master diatas. Saya setuju karena saya telah mengalami dan merasakannya. Ketika saya telah menulis (practice) selama kurang lebih dua tahun (massive), maka saya baru bisa merasakan kemampuan dan keterampilan menulis saya bertambah bagus. Pikiran dan tangan saya terasa sudah menyatu, keduanya sudah mulai bisa berjalan seiring seirama, bebas dari writing block. Aktivitas menulis saya pun menjadi lancar. Saya mulai bisa menulis dengan mengalir. Mantap!

Jadi, anda pun bisa menjadi penulis hebat seperti penulis lain yang telah sukses itu. Syaratnya anda harus mau latihan (practice) menulis dalam waktu yang lama (massive) dengan penuh kesungguhan.
Tidak ada yang instan dan magic disini. Anda hanya perlu menekan diri anda untuk mau menulis setiap hari walaupun beberapa menit atau beberapa jam. Atur jadwal anda untuk mengisi minggu dan bulan anda dengan menulis. Anda harus bersedia menjalani prosesnya dengan tekun. Anda harus bisa menikmati suka dukanya dengan sabar sampai tulisan anda terbit dan bisa dibaca serta dinikmati banyak orang. Apakah anda siap?

Selasa, 07 Oktober 2014

Tips Membuat Novel: Cara Cepat Mendatangkan Inspirasi

inspirasiBanyak membaca. Ya, banyak membaca adalah salah satu tips membuat novel yang ampuh. Stephen king pernah berkata, “Jika Anda tidak punya waktu untuk membaca, maka Anda tidak akan punya waktu untuk menulis.”
Otak Anda ibarat mesin produksi. Bacaan adalah bahan bakunya sedangkan tulisan adalah produk jadinya. Bila Anda banyak membaca maka akan ada banyak tulisan yang bisa Anda produksi. Namun bila Anda sedikit membaca, maka hanya ada sedikit tulisan yang bisa Anda produksi, atau bahkan tidak ada sama sekali.
Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?
Ya, dengan banyak membaca, maka Anda punya banyak bahan untuk menulis. Karena Anda punya banyak inspirasi. Untuk menghadirkan inspirasi menulis, Anda harus membaca apa saja. Tidak hanya tulisan yang berkualitas baik, tulisan yang buruk juga mengandung inspirasi.
Ya, didalam bacaan selalu terdapat inspirasi.
Bila tulisannya bagus, berkualitas dan best seller maka ini jelas, Anda akan mendapat pelajaran yang baik. Dan bila tulisannya jelek, Anda juga bisa mendapatkan pelajaran yang baik, serta inspirasi. Misalnya, setelah membaca sebuah novel yang menurut Anda kurang bagus, Anda berpikir dan berkata, “Tulisan nggak mutu. Namun ceritanya menarik.” tiba-tiba muncul ide di kepala Anda. Dan Anda pun berkata dalam hati, Aku bisa bikin novel yang lebih bagus dari ini.
Nah, begitulah cara sang inspirasi muncul. Sang inspirasi sangat suka melihat kita membaca yang banyak karena itu adalah umpan yang sangat menarik baginya.
Seorang penulis bernama William Faulkner pernah berkata, “Baca, baca, baca. Baca segalanya: tulisan “sampah”, tulisan klasik, tulisan yang baik dan tulisn yang buruk. Amatilah bagaimana cara mereka menulis. Berlakulah seperti seorang tukang kayu magang yang sedang belajar sama master (ketika membaca dan mengamati tulisan orang lain, peny). Bacalah! Anda akan menyerap banyak pelajaran.”
Dia melanjutkan, “Kemudian beri catatan. Jika itu baik, Anda akan tahu. Jika tidak, buanglah.”
Ya, bacalah apa saja: koran, buku, robekan koran, robekan buku, novel yang best seller, cerpen yang menarik, novel “sampah”, cerpen nggak mutu. Bacalah! Anda akan menemukan banyak cara membuat novel yang baik. Anda akan menemukan banyak pelajaran. Yang baik adalah pelajaran, yang buruk juga pelajaran.
Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?
Jadi, setelah Anda mengetahui cara cepat menghadirkan inspirasi untuk menulis novel, apakah Anda siap membaca yang banyak untuk menulis novel yang Anda idam-idamkan?
Yups, demikian postingan tips cara cepat mendatangkan inspirasi menulis novel ini saya tulis. Tentu masih banyak tips membuat novel lainnya. Dan menurut saya, tips ini adalah salah satu yang terbaik.

Senin, 06 Oktober 2014

Sembilan Tahapan Menulis Novel yang Baik dan Benar

sembilan2Bagaimana cara menulis novel dengan baik dan benar? Berikut ini adalah sembilan tahapan dan penjabarannya:
Sebelumnya, mungkin Anda tertarik membaca artikerl ini: Tutorial cara membuat novel dengan cepat.
Yups, tadi itu intermezo. Kita lanjut materi utama kita kali ini. Hayuks…
SATU
Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik. Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik.

Contoh:
“Tolong…, tolooong…..”
Teriakan minta tolong terdengar keras dari balik pagar rumahku. Kami sekeluarga berhamburan keluar.
Apakah Anda ikut mendengar teriakan pada contoh diatas, dan merasa ikut terlibat di dalamnya?
Ya, orang selalu suka dengan konflik. Coba pikirkan ini, kejadian apa yang membuat orang berhamburan keluar rumah?
Ya, bisa jadi diantaranya: perkelahian, kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain.
Orang sering bilang, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila Anda meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel Anda, maka Anda akan menarik kuat perhatian pembaca.
DUA
Kembangkan karakter tokoh novel Anda. Bantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya.
Kita ambil contoh OVJ dari peran seorang Andre.
“Nung, bapak kamu dokter jantung, ya?” Tanya Andre merayu dengan nada lembut.
“Kok, tau?”
“Iya, karena kamu telah membuat jantungku bergetar-getar.”
Nunung tersipu malu. Andre telah meluluhkan kebekuan dengan gombalan mautnya. Dia memang raja gombal.
Tiap orang dalam OVJ memiliki karakter yang berbeda-beda. Sule yang suka jahil dan paling lebai; Aziz yang hobi gagap dan selalu menjadi objek penyiksaan; Nunung yang memiliki wajah gadis ndeso walaupun berperan sebagai tokoh cantik sekalipun; Parto orang tua yang memiliki sifat kebapakan dan sering sekali difitnah mirip Ariel.
Begitu juga dalam menulis karakter tokoh novel, Anda harus menjelaskan karakter mereka satu-satu.
TIGA
Pilih sudut pandang  penulisan cerita dalam novel Anda. Anda bisa berperan menjadi orang pertama (protagonis) dengan kata ganti aku, saya, kami, kita. Atau sudut pandang orang ketiga. Anda menjadi pengamat seperti menonton film. Kata ganti yang digunakan adalah ia, dia, mereka, -nya.
EMPAT
Buat dialog yang penuh arti. Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan, jangan berputar-putar, jangan bertele-tela, jangan hambar.
Contoh dialog dalam novel “Cinta di Dalam Gelas” karangan Andrea Hirata:
“Bisakah kawanmu itu mengajariku?”
“Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding pada peringatan 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom.”
Kami terperangah.
Dialog dalam novel diatas langsung pada inti masalah. Maryamah minta diajari main catur. Ia ingin sekali mengalahkan Matarom.
LIMA
Tetapkan setting cerita dalam novel Anda. Ia mencakup waktu dan tempat. Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain.
Setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.
Deskripsikan setting yang penting saja yang mendukung pengembangan cerita novel Anda. Deskripsi harus MENARIK DUA ATAU LEBIH INDRA sehingga pembaca dapat ikut mengalami apa yang tokoh cerita alami.
Contoh:
Waktu: Tahun 700 Masehi
Tempat: Istana  Kerajaan Majapahit. Di ujung tengah ruang terdapat singgasana raja berwarna keemasan; memiliki tangga naik; payung penaung; tempat duduk dayang dan para perdana menteri.
Untuk mudah memahami setting cerita novel yang baik dan menarik, bayangkan suatu setting panggung teater atau OVJ yang memiliki beberapa panggung. Setiap panggung memiliki backdrop atau latar panggung yang dihiasi gambar, perlengkapan dan pernak-pernik yang disesuaikan dengan adegan.
Oke! Baiklah, saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya, Panduan menulis novel yang baik dan benar. Sebelumnya kita telah sampai pada poin kelima. Sekarang kita akan masuk ke poin keenam. Selamat membaca.
ENAM
Mengatur plot dalam novel Anda. Apakah Anda tahu plot?
Baiklah saya jelaskan. Menurut Cellia Warren, plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya.
Perhatikan kalimat berikut:
Nenek bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit.
Kalimat ini belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Kita belum mengetahui alasan nenek bersikeras tinggal dirumah dan tidak mau berobat.

Namun bila kalimatnya diubah menjadi:
Nenek tidak bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit karena tak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya.
Kalimat kedua ini telah mengandung unsur sebab akibat. Nenek yang tidak mau  merepotkan orang yang bukan keluarganya menjadi penyebabnya enggan berobat. Inilah yang disebut plot.
Plot yang berkembang dalam cerita akan membuat pembaca membolak-balik halaman untuk mencari tahu apa yang akan terjadi sebelum atau selanjutnya. Mengapa demikian?
Karena orang ingin melihat lebih jauh sebab-akibat sebuah kejadian dalam cerita.
Alur cerita yang memiliki sebab akibat atau alur yang berangkat dari satu atau beberapa sebab menuju satu atau beberapa akibat atau sebaliknya disebut plot.
Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.
TUJUH
Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.
Contoh satu bab Klimaks dalam novel:
“Budi menyadari kelalaiannya yang telah menyia-nyiakan waktu. Semester satu ia dibawah kendali game di internet. Semester dua masalah bertambah dengan memacari tiga gadis sekaligus . Semester tiga bertambah lagi satu masalah, narkoba, karena salah gaul. Ia melewati waktu kuliah dengan hari-hari suram dan menjauhi buku. Keadaan ini sangat kontras dengan masa kegemilangan di bangku sekolah. Jauh dirantau orang membuat Budi hilang kendali.
Ibu marah besar sampai nangis-nangis bersimpuh di depannya. Bapak menyetop uang jajan selama satu semester. Nenek ikut prihatin dan selalu ingin melihat cucunya bangkit. Budi ingat pesan terakhir nenek sebelum ia meninggalkan dunia, “Budi, ayo selesaikan kuliahmu. Nenek yakin kamu bisa bangkit dari pengaruh narkoba.” (Cerita berlanjut)
“Aaaahhh…..”, Budi meneriaki langit, mengangkat dua tinjunya tinggi ke atas. “Aku harus berubaaah…”
Ia tidak mau lagi dipermainkan kebiasaan buruk itu. hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Malam ini adalah malam terakhir persiapan ujian. Ia harus mengejar nilai tinggi bila tidak mau dicap bego sama teman-temannya yang lain. (Cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari keempat ujian semester empat. Hari-hari sebelumnya dia yakin telah mengumpulkan skor tinggi dalam ujian….. (Cerita berlanjut)
Hari kelima, egonya di bawah angin, nalarnya yang bermain kini. “Yes! yes! teriak Budi pelan setelah merasa yakin dengan kebenaran hasil perhitungan kimia yang dihadapinya dalam ujian. Sebuah keyakinan yang didasari pada sisa-sisa memori kegemilangan dalam bidang studi ini semasa SMA, nilai rapor yang selalu sembilan.
Sebuah perjuangan keras untuk menaklukkan soal-soal eksakta dengan otak yang agak sedikit eror. Namun Budi terus bangkit walau tertatih-tatih…(cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat.  Dengan memanfaatkan kenangan kecerdasan yang tersisa, ia harus mengejar nilai tinggi untuk menyenangkan hati orang-orang yang menunggu hari kebangkitannya. (Cerita berlanjut dengan aktivitas rumit dalam ujian…)
Pada hari penentuan akhir nilai semester, mahasiswa bergerombolan mengelilingi papan pengumuman hasil ujian. Melihat itu, Budi pun berlari kesana. Berdesak-desakan, berhimpitan, Budi berusaha menerobos. Didalam benaknya terdapat tanda tanya besar akan nilai akhir ujiannya…
Dengan sedikit meliak-liukkan badannya, Budi sampai juga di depan papan pengumuman. Mengarahkan telunjuk dan memokuskan pandangan pada deretan nama dan angka pada papan. Tidak sampai semenit, Budi berhasil mendapatkan namanya, “Budi Tegar”. Ia kunci pandangannya, ia arahkan tangannya kekanan menuju nilai hasil ujian….
Spontan Budi berteriak senang dan syukur, “Yes, Alhamdulillah…..”, sejurus kemudian, ia menerobos keluar kerumunan, berlari dan melompat-lompat kecil. Di benaknya terisi penuh keinginan untuk meluapkan rasa,  senang dan bangga. Rasa itu hendak diungkapkan kepada tiga orang yang selalu menunggu hari suksesnya. Ia sudah tidak sabar lagi menahannya. Teringat wajah ketiga orang yang ia sayangi itu. Ia katup bibirnya dan berkata mantap, “Bapak, Ibu, IPeKa Budi  tiga koma limaaa!” dan ia lanjutkan ungkapan itu kepada satu orang yang sudah tidak lagi menginjakkan kakinya di atas dunia, “Nek, terima kasih atas nasehatnya. Budi berhasil.”
DELAPAN
Menulis ending novel Anda. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.
SEMBILAN
Terakhir adalah membuat Judul novel yang Menarik.
“Loh, kok judul malah dijelaskan terakhir?”
Ya, saya letakkan tips “cara membuat judul novel” ini pada poin terakhir karena kebiasaan penulis novel memang demikian. Mereka lebih fokus memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel,  membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.
Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?
Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus keliatan CANTIK, MENARIK, MENYENTUH atau MENGGUGAH.
Yups, demikian Bagaimana tahapan menulis novel yang baik dan benar saya tulis, semoga bermanfaat.

Cara Membuat Novel yang Bagus dan Menarik untuk Pemula

PemulaBerikut ini saya akan jelaskan empat tips umum tentang cara membuat novel yang bagus dan menarik untuk dibaca. Memang banyak sekali cara menciptakan novel yang bagus dan enak dibaca, namun dibawah ini saya hanya menerangkan tentang beberapa tips untuk penulis novel pemula yang sedang belajar menulis novel. Untuk lebih jelasnya silakan simak empat tips membuat novel berikut ini:
SATU
Tulis apa yang Anda ketahui. Tulis pengalaman pribadi Anda. Itu adalah cara menulis novel yang baik. Tetapi jika Anda ingin menulis tentang sesuatu di luar pengalaman Anda, maka Anda harus mengerjakan lebih banyak PR.
Sebenarnya tidak masalah ketika Anda ingin menulis cerita yang diluar pengalaman Anda, namun Anda harus mengetahui dan cukup memahami tentang permasalahan tersebut. Misalnya Anda ingin membuat novel dengan latar belakang luar negeri, negara Turki misalnya, setidaknya Anda harus membaca hal-hal yang berkaitan tentang Turki. Apa makanan khasnya, bagaimana sejarah bangsanya, apa bahasanya, bagaimana gaya hidupnya, bagaimana tata krama yang lazim digunakan. Intinya Anda harus meriset kecil-kecilan tentang Turki.
Atau alangkah bagusnya Anda sengaja bertandang kesana untuk lebih meresapi lingkungan dan manusianya.
DUA
Jangan tulis semua yang Anda tahu. Tulislah setiap karakter sampai terlihat senyata mungkin. Sebab pembaca Anda tidak ingin membaca profil biografi lengkap dari setiap karakter. Tulislah secukupnya, sesuai dengan keperluan cerita saja.
TIGA
Jangan hanya menyebutkan tapi buatlah adegan. Misalnya Anda ingin menulis tentang rumah tangga yang bermasalah. Sang Ibu mengetahui sang bapak telah berselingkuh dengan wanita lain. Terjadilah pertengkaran hebat antara suami istri. Buatlah adegannya.
Pembaca Anda ingin melihat dan mendengar pertengkaran itu. Jangan hanya menyebutkan. Tampilkan kepada pembaca apa yang sang istri katakan. Dan apa jawaban suaminya. Tampilkan bahasa tubuh mereka. Tampilkan reaksi anak mereka yang menyaksikan pertengkaran itu. Tampilkan noda hitam di dinding setelah sang istri melempar gelas berisi kopi. Dan adegan lainnya.
Bila Anda membuat adegannya sehidup mungkin, maka Anda akan membuat pembaca Anda seolah sedang menonton sinetron atau film. Dan itu baik karena pembaca akan menyenangi novel Anda.
EMPAT
Tulislah ringkasan novel Anda dalam satu paragraf. Jika Anda merasakan kejanggalan dalam menulis ringkasan itu berarti ide-ide Anda belum cukup terfokus. Dan Anda harus menambahkan kekurangan itu.
Yups, demikian tips/ panduan umum tentang cara membuat novel yang bagus dan menarik, khususnya untuk pemula yang sedang belajar bagaimana cara membuat novel. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kamis, 02 Oktober 2014

Cara Cepat Menulis Novel; Inilah Cara Menulis Novel Dengan Cepat!

speeedApakah Anda mengalami kesulitan menyelesaikan novel Anda? Mandeg menulis karena kurangnya inspirasi? Terlalu sibuk sehingga novel Anda terbengkalai? Tidak tahu cara cepat menulis novel? Berikut ini adalah cara menulis novel dengan cepat. Ini adalah panduan menulis novel dengan lancar. Dengan mengikutinya Anda akan tahu bagaimana cara menulis novel yang baik dan benar. Selamat membaca…
  1. Tetapkan goal
Menulis novel tanpa goal (sasaran) seperti lomba lari tanpa garis finis. Kita akan kecapean karena harus lari terus menerus tanpa tahu apa yang ingin kita raih. Atau kita jadi malas lari karena tidak ada yang harus diperjuangkan. Begitu juga dalam menulis novel. Bila tanpa sasaran atau target maka Anda akan kecapean sendiri dan putus asa dengan novel Anda. Apakah Anda pernah merasakannya?

Bagaimana cara menetapkan goal?
Ini dia kata kuncinya: Lihat garis finishnya.
Kumpulkan tenaga. Fokus dan “berlarilah” secepat mungkin.
Mari saya jelaskan panduan menulis novel: mengkrucutkan target berikut ini.
  1. Tetapakan jumlah halaman yang ingin Anda tulis. Misalnya Anda ingin menulis 200 halaman novel.
  2. Tetapkan targer pengerjaannya. Misalnya Anda ingin menyelesaikan novel dalam enam bulan.
  3. Tetapkan target jangka pendek. Mari kita hitung-hitungan atau kita rincikan target menulis novel jangka pendek. Bila jumlah halaman yang Anda targetkan 200 halaman dan jumlah bulan pengerjaan selama 6 bulan maka bagikan saja jumlah halaman dan jumlah bulan. Hasilnya adalah jumlah halaman yang harus Anda tulis dalam  satu bulan:
200 halaman/6 bulan =  33 halaman dalam 1 bulan.
Turunkan lagi target jangka pendek itu menjadi target mingguan.
33 halaman/ 4 minggu = 8, 25 halaman dalam 1 minggu
Turunkan lagi target mingguan menjadi target harian.
8,25 halaman/ 7 hari = 1,1 halaman dalam 1 hari.
Jadi, Anda harus mengetik satu halaman lebih untuk dapat menyelesaikan 8 halaman dalam seminggu. Anda harus mengetik 33 halaman novel dalam sebulan untuk Menyelesaikan seluruh novel Anda dalam 6 bulan.
Ya, untuk menyelesaikan novel dengan cepat, Anda harus menetapkan target yang jelas. Dan jangan lupa, Anda harus mengerjakan apa yang telah Anda rencanakan. Intinya adalah konsisten.
  1. Konsisten
Konsisten artinya terus-menerus. Konsisten artinya tetap tidak berupah-ubah. Konsisten artinya selaras, lurus tidak bengkok. Konsisten dalam istilah Islam adalah istiqomah.
Anda harus konsisten. Ambillah tindakan yang sesuai. Tidak ada kesuksesan tanpa konsistensi. Konsisten itu seperti air menetes batu keras di dalam gua. Biar sedikit tapi rutin. Lama-lama batu yang keras berlubang juga. Anda harus selaras dengan apa yang telah Anda putuskan.
Anda harus mengokohkan hati untuk selalu taat pada target bulanan, target mingguan, dan target harian menulis novel Anda. Bila tidak, maka Anda tidak akan memuaskan hati Anda sendiri. Bila tidak, maka Anda akan mengecewakan diri Anda sendiri.
Coba bayangkan, ketika orang lain menjanjikan sesuatu kepada Anda namun dia tidak menepatinya. Bagaimana perasaan Anda. Kecewa, kan? Begitu juga bila Anda menjanjikan target menulis novel dalam waktu sekian bulan dan ternyata Anda tidak menepatinya. Bagaimana perasaan Anda. Apakah kecewa?
Bila Anda merasa kecewa, itu bagus karena itu adalah ciri orang yang siap memperbaiki diri. Namun bila Anda cuek dan abai terhadap target Anda, ini tanda bahaya! Karena Anda sedang berada pada proses mengendorkan kepercayaan diri. Semakin sering Anda ingkar terhadap diri Anda maka lama-lama keyakinan terhadap diri Anda akan sirna. Bila keyakinan sirna, maka dengan mudah Anda menelantarkan novel kesayangan Anda itu begitu saja.
Sekali-kali janganlah begitu…
Tetapkanlah target dan konsistenlah Anda! Bila Anda betul-betul cinta dan sayang sama novel Anda, konsistenlah! Maka Anda akan melihat hasil positif di belakang hari. Bila Anda belajar konsisten dari sekarang, maka Anda akan tahu teknik menulis novel dengan baik.
Bila Anda konsisten, maka Anda akan melihat kedisiplinan tumbuh dalam diri Anda. Anda akan merasakan kepercayaan diri yang besar. Ketika Anda berjanji pada diri dan menepatinya, maka rasa percaya diri (Pede) dalam diri Anda akan tumbuh berkembang. Anda akan berkata pada diri sendiri, “Diriku, kamu benar-benar teman yang dapat dipercaya. Terima kasih, ya.”
Anda harus bangga punya teman yang dapat dipercaya dan harus lebih bangga lagi bila memiliki diri yang dapat dipercaya. Sepakat?
So, konsisten, bro. Konsisten!
Catatan: Belajar konsisten sangat bagus bagi Anda yang baru belajar menulis novel dengan baik dan benar.
  1. Yakin
Anda harus memiliki keyakinan. Bila Anda yakin novel Anda akan selesai, maka keyakinan Anda itu akan menggerakkan jiwa dan raga Anda untuk menyelesaikannya dan bahkan Anda akan mengaktifkan dukungan dari apa saja yang ada disekitar Anda. Baik itu teman, keluarga, dan bahkan buku dan pena Anda sendiri akan mendukung Anda. Dan novel kesayangan Anda akan selesai sesuai target, mudah-mudahan.
Keyakinan Anda itu akan bergaung kuat ke sekitar Anda. Seperti melemparkan bola ke dinding. Semakin kuat Anda melemparkan bola semakin cepat pula bola kembali ke Anda. Semakin kuat keyakinan Anda maka semakin kuat pula dukungan datang kepada Anda, dari segala arah. Dari arah yang tak terduga. Percayalah!
Bagaiman cara menumbuhkan keyakinan?
Bayangkan bahwa Anda akan membuat sebuah novel. Walaupun Anda belum menyelesaikannya, baru menulis satu dua lembar namun anda harus yakin.  Bayangkanlah novel Anda akan selesai dan segera terbit. Bayangkan itu ketika Anda sedang menulis.
Yakinlah! Anda bisa melakukan apa saja dengan keyakinan. Bila ada keyakinan disitu ada jalan. Bila ada keyakinan air comberanpun bisa jadi obat. Namun tanpa keyakinan nasi putih saja bisa jadi racun.
Ya, yakinlah Anda bahwa novel Anda akan selesai tepat waktu. Bila Anda berani yakin, jangankan satu novel dalam enam bulan, enam novel dalam enam bulan pun bisa Anda buat. Orang bijak mengatakan, “Bila keyakinan itu ada, maka Anda bisa memindahkan gunung.”
Namun bila Anda tidak yakin, maka Anda tidak akan mampu menyelesaikan novel Anda itu. Walaupun novel Anda itu hanya 30 halaman.
Ya, untuk menyelesaikan novel dengan cepat, Anda harus menetapkan target yang jelas. Konsisten dengan target itu. Dan memiliki keyakinan yang kuat pada kemampuan diri sendiri. Ketiga hal ini: target, konsisten, yakin, adalah kunci utama cara menulis novel dengan cepat. Ini adalah cara membuat novel yang utama. Ini adalah cara penulisan novel yang dahsyat.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Novel?

novelistCaramenulisnovel.com say’s: Apakah Anda ingin tahu tentang Bagaimana Cara Menjadi Penulis Novel?
Ya, keingintahuan Anda itu juga sama dengan banyak orang yang menanyakan di milis-milis penulisan di internet. Mereka bertanya, “Bagaimana sih cara menjadi penulis novel?”  Ada pula yang meminta tips atau panduannya kepada saya.
Karena banyaknya pertanyaan itu, saya menulis postingan ini untuk membantu Anda mengetahui bagaimana cara menjadi penulis novel.
Saya katakan pada Anda bahwa untuk menjadi seorang penulis novel, “Anda harus memulai dari apa yang Anda suka.”.

Berikut ini adalah dua tahap memulai menjadi penulis novel yang berawal dari sebuah kesukaan:
SATU
Menulis dengan topik yang paling Anda sukai. Tulislah hal-hal yang paling dekat dengan diri Anda. Ini akan membuat Anda lebih lancar dan cepat menulis novel, sebab Anda SANGAT menguasai hal-hal yang sedang Anda bahas.
“Bagaimana caranya?”
Mulailah menulis secara spontan. Secara bebas. Lupakan semua teori. Lupakan semua aturan bahasa. Lupakan semua titik koma. Yang penting, mulailah menulis secara spontan, secara bebas.
“Lho, kok sembarangan sekali. Bukankan untuk menulis itu ada teorinya? Ada panduannya? Ada pedomannya? Ada rumusnya?”
Ya, tentu saja. Karena itu, lanjutkan pada cara membuat novel berikut ini.
DUA
Menulis ulang karya novel yang Anda sukai. Ya, dengan menulis ulang novel yang Anda suka akan mempercepat proses pembelajaran Anda. Dari pada banyak tanya sana-sini, maka lebih efektif jika Anda belajar sendiri langsung pada gurunya. Ya, belajarlah cara menulis novel dari novel itu sendiri. Tulis ulang novel yang Anda suka. Misalnya Anda suka membaca novel “Laskar Pelangi” dan Anda tertarik untuk bisa menulis novel best seller seperti itu. Maka tulis ulang novel itu. Tidak harus semua bagian, cukup pada bab atau paragraf yang Anda suka saja.
Menulis ulang novel karya orang lain itu seperti kita membongkar pasang sesuatu, membongkar baju dan menjahitnya kembali misalnya. Dengan membongkar pasang baju, orang akan cepat belajar bagaimana cara menggunting pola baju, orang akan tahu bagaimana cara menjahit yang bagus, dan lain-lain.
Apakah Anda sepakat dengan ini?
Yups, begitu juga dengan menulis ulang karya orang lain, Anda akan dibawa menyerap lebih banyak ilmu dan panduan menulis novel  yang menakjubkan. Anda akan tiba-tiba tahu bagaimana cara memulai menulis pembukaan novel atau kalimat pembuka. Anda akan tahu bagaimana cara menulis alur novel. Anda akan tahu cara membuat plot yang menarik. Anda akan digiring untuk menguraikan kata-kata dengan deskripsi yang indah.
Bahkan Anda juga akan belajar bagaimana cara meletakkan titik-koma, tanda seru dan tanda tanya, tanda kutip dan tanda lainnya. Anda juga akan belajar bagaimana membuat kalimat dan paragraf, menyambung paragraf satu ke yang berikutnya, membuat paragraf menjadi bab dan seterusnya.
Ya, Anda akan langsung belajar bagaimana cara mudah menulis sebuah novel. Anda akan merasakan “darah menulis” mengalir dalam jiwa Anda. Lambat tapi pasti…
Namun untuk menjadi seorang penulis novel profesional, dua tahap diatas tentu belumlah memadai. Anda harus lebih banyak berlatih cara menulis novel yang baik dan benar. Anda juga harus “berguru” kepada orang dan bacaan. Dan Anda harus melakukannya terus-menerus tanpa henti sampai novel Anda terbit dan dinikmati pembaca.
Yups, demikian dua langkah Menjadi Seorang Penulis Novel saya tulis. Saya doakan siapa saja yang membaca tulisan ini benar-benar menjadi penulis novel profesional. Amin
NB: Menulis ulang novel orang lain bukan berarti Anda menjiplak karya orang lain. Karya itu tetapah menjadi karya penulis. Anda hanya belajar mengetahui seluk beluk cara menulis novel saja.

Selasa, 30 September 2014

Bagaimana Cara Menulis Novel yang Bagus, Menarik, dan Best Seller?

andreaBanyak orang menanyakan Bagaimana Cara Menulis Novel yang Bagus, Menarik, dan Best Seller.
Saya pernah ditanyain begini sama peserta training Penulisan beberapa waktu yang lalu, “Saya kurang bisa merangkai kata untuk membuat novel, bagaimana sih caranya?” Juga ada yang nanyain bagini, “Novelku baru selesai setengah, bagaimana sih cara menyelesaikannya? Adakah cara membuat novel yang bagus?”
Saya yakin, banyak orang lain yang memiliki pertanyaan sama, mungkin termasuk Anda.
Apakah  Anda ingin tahu bagaimana cara meningkatkan kemampuan Anda dalam menulis Novel?

Baiklah, menurut pendapat saya begini:
SATU
Latih terus kemampuan menulis novel Anda. Jangan pernah berhenti menulis novel. Sebab menulis itu seperti  berenang. Semakin tinggi “jam terbang Anda”, maka keahlian Anda akan semakin baik. Pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.”
Ya, Anda harus biasa dulu untuk bisa menulis novel yang bagus dan menarik. Anda harus biasa dulu untuk tahu cara cepat membuat novel. Anda harus biasa dulu untuk tahu cara mudah membuat novel yang bagus dan menarik.
DUA
Banyak-banyaklah membaca novel-novel berkualitas. Tubuh Anda ini seperti mesin produksi, bahan mentahnya adalah bacaan Anda, dan produk yang dihasilkan adalah tulisan. Artinya, kegiatan membaca bagi seorang penulis novel sangatlah penting. Tulisan Anda akan diwarnai oleh bacaan yang Anda lahap. Bila Anda rajin membaca novel cinta maka Anda akan mudah dan tahu cara menulis novel cinta.
Bila Anda sering membaca novel misteri, maka Anda akan mudah dan tahu cara menulis novel misteri.
Bila Anda sering membaca novel horor. maka Anda akan mudah dan tahu cara membuat novel horor.
Bila Anda sering membaca novel anak. maka Anda akan mudah dan tahu cara membuat novel anak.
Bila Anda sering membaca novel islami. maka Anda akan mudah dan tahu cara menulis novel islami.
Demikian seterusnya dan seterusnya….
Bila Anda ingin membuat novel yang bagus dan menarik seperti “Laskar Pelangi” misalnya, maka sering-seringlah membaca novel yang kualitasnya seperti itu. Bila Anda rajin membaca novel best seller dan menarik, Maka Anda akan ketularan! Anda akan tahu bagaimana cara menulis novel best seller dan menarik.
Tips yang saya sampaikan di atas mungkin terkesan sangat sederhana bagi Anda. Mungkin Anda berkata dalam hati, “Ah, kalau tips menulis novel seperti ini mah, saya sering dengar. Apa tidak ada tips menulis novel yang lain?”
Anda mungkin tidak percaya?
Saya ingin kasih tahu, tips menulis novel di atas memang terkesan sangat sederhana, tapi untuk tahu cara membuat novel yang bagus, menarik dan bahkan best seller, tipsnya hanya sesederhana itu. Titik, tidak pake koma.
Tips yang pertama, memang terkesan sangat sederhana. Namun bila tips menulis novel itu Anda praktekkan sungguh-sungguh, Anda akan menemukan teknik menulis novel best seller yang baik dan benar. Sebab setiap kebiasaan baik, selalu menghasilkan kualitas yang baik pula.
Betul, ga?
Tips yang kedua juga terkesan sangat sederhana. Namun bila tips menulis novel itu Anda praktekkan sungguh-sungguh, Anda akan menemukan teknik membuat novel best seller yang menarik. Sebab setiap yang baik itu selalu menular.
Apakah Anda Sepakat?
Penulis novel best seller lain juga melakukan itu, termasuk Andrea Hirata. Dia sangat suka membaca novel yang baik dan menarik. Ia memiliki banyak koleksi bacaan berkualitas sehingga ia jadi ketularan.
Praktekkan saja kedua tips membuat novel yang bagus di atas. Saya yakin, suatu saat nanti Anda akan sehebat Andrea Hirata, bahkan lebih hebat lagi!
Demikian posting, Bagaimana Cara Menulis Novel yang Bagus, Menarik, dan Best Seller? ini saya tulis. Kalau ada komentar silakan isi dibwah ini, ya.
This entry was posted in cara menulis novel and tagged , , , . Bookmark the permalink.