Ketika mendapatkan hambatan itu, mereka cepat sekali down. Cita-cita menerbitkan buku mereka terkubur bersama sikap lemah mereka itu. Pertanyaannya, bisakah mereka bangkit dari keadaan ini?
Jawabannya: Bisa, asal mereka mau membuang jauh faktor kegagalan mereka.
Berikut ini adalah 5 faktor yang mungkin menjadi jawaban mengapa sekarang ini banyak penulis belum juga bisa menerbitkan bukunya.
1. Belum Fokus
Hampir semua butuh fokus. Sangat sedikit pekerjaan yang tidak membutuhkan fokus. Meskipun tidak ada jaminan fokus dalam menulis akan membuat buku kita terbit, namun bila kita tidak fokus, keadaan akan lebih sulit. Kita akan hilang konsentasi.
Intinya kita harus memiliki rencana di benak kapan buku kita bisa selesai. Sesibuk apapun kita, kita bisa menyempatkan untuk menulis satu atau dua jam disela-sela kesibukan kita. Penulis hebat selalu bisa mencari kesempatan untuk dapat menulis.
2. Tidak Punya Tujuan Jelas
Kita perlu membayangkan tujuan yang jelas-spesifik dari penulisan buku kita.
Misalnya:
- Setelah membaca cerpen kita, kita ingin pembaca taat sama orang tua;
- Setelah membaca buku kita, kita ingin pembaca bisa PeDe menghadapi hidup;
- Setelah membaca tulisan kita, kita ingin pembaca tegar dan sabar dalam menghadapi masalah.
- Setelah membaca cerpen kita, kita ingin pembaca menginsafi diri dan lebih taat beragama.
3. Tidak Mau Memikul Resiko
Kita tidak akan menjadi penulis sukses tanpa mau menanggung beban.
- Berat 50 kg barbel adalah beban untuk atlet angkat besi pemula.
- Berat 100 kg barbel adalah beban untuk atlet angkat besi profesional.
- Berat 150 kg barbel adalah beban untuk atlet angkat besi juara.
Kita tidak akan sukses bila hari-hari kita dihabiskan dengan hal sia-sia. Kita tidak akan menjadi penulis hebat bila waktu kita habis untuk menonton TV. Atau malah menggunakan 14 jam waktu untuk tidur dari 24 jam yang diberikan Tuhan untuk hidup sehari.
4. Malas ACTION
Memiliki IDE senilai intan berlian adalah satu hal, namun me-ACTION-kan ide kita itu adalah hal lain. Seorang penulis sukses tidak pernah duduk-duduk berpangku tangan. Dia justru akan me-ACTION-kan IDE-nya itu. Seperti seorang atlet angkat besi tidak akan pernah menang lomba kalau tidak pernah ACTION latihan dengan rutin dan semangat.
Contohlah penulis sukses. Mereka mengambil langkah-langkah kecil nan pasti untuk mencapai tujuan mereka. Karena mereka sadar bahwa cita-cita tanpa ACTION = omong kosong. Mereka menulis setiap hari untuk melihat bukunya terbit enam bulan ke depan.
5. Salah Gaul
Kita tidak akan menjadi penulis sukses bila waktu kita habis untuk bergaul dengan orang-orang malas, suka mengeluh, yang tidak tertarik dengan dunia kita. Harusnya kita berada di sekeliling orang-orang sukses dan berpikiran positif.
Mereka tidak harus penulis. Seorang petani atau buruh bangunanpun tidak masalah asal kita bisa menarik energi positif dari mereka.
- Optimis,
- berani,
- bertanggung jawab,
- bersikap dewasa,
- tidak mudah mengeluh,
- pantang menyerah,
- berinisiatif,
- berpikir positif, dll
Yups… demikian 5 faktor yang mungkin menyebabkan kita belum juga menerbitkan buku Semoga kelima sifat tadi tidak bersemayam dalam diri kita. Kalaupun ada, semoga anda bisa membuangnya jauh-jauh.
Ini sebuah hidangan penutup untuk anda:
Untuk menerbitkan buku atau menggapai keinginan Anda menjadi penulis hebat Anda butuh kualitas tertentu yang mana tidak semua orang mau melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar