Artikel ini adalah lanjutan dari artikel saya terdahulu, Cara Membuat Cerpen Dalam Satu Jam (Bagian 1). Beda dengan artikel terdahulu, pada artikel ini saya akan mempraktikkan teori di bagian 1.
Seperti yang sudah saya tulis, saya lebih
senang memulai cerita pada bagian konflik. Saya merasa lega jika sudah
menyelesaikan bagian konflik, sebab “tak ada masalah” berarti tak ada
cerpen/novel. Untuk mempratikkan teori, saya akan memaparkan proses
pembuat cerpen horor saya yang berjudul Temani Aku.
Saya mengambil ide cerita dari bank ide
yang selalu saya tambahkan apabila saya mendapat ide baru. Ide tersebut
saya tuliskan seperti ini:
Seorang arwah A mencari manusia hidup B untuk menemaninya di alam mereka
Ide diatas saya kembangkan dengan mengacu
pada tokoh. Dalam membuat cerita, saya selalu memasukkan unsur
humanisme karena meskipun saya membuat cerita horor, saya tidak ingin
hanya sekedar membuat rasa ngeri atau misteri. Saya punya tiga pilihan
kelamin tokoh A-B Cowok-cowok, cowok-cewek, atau cewek-cewek. Pilihan
cowok-cowok saya buang, karena tokoh cowok-cowok lebih bagus hanya untuk
berseteru, teman adu fisik, atau adu ego. Rasanya cowok-cowok akan aneh
kalau terlalu mesra (kecuali homo). Sebenarnya tokoh cewek-cewek adalah
baik mengingat cewek-cewek mempunyai apa yang disebut sebagai sisterhood
yang kuat (rasa solidaritas antar cewek), tetapi saya mengubah kelamin
tokoh B saat menulis bagian awal cerita. Nah, sekarang ide saya menjadi
berikut:
Seorang arwah wanita A mencari cowok B untuk menemaninya di alam mereka
Terus apa konfliknya:
Arwah wanita A kesepian, karena dia dibunuh dan dibuang di tempat terpencil. Dia mencari cowok yang baik B (karena dia mati oleh cowok yang berkelakuan buruk sehingga dia rindu merasakan kebaikan cowok). Cowok B tidak mau, sebab dia sudah mempunyai pacar C (Cowok B mengira cewek A menginginkannya menjadi cowok-nya. Padahal maksud Si Arwah, cowok B mati dulu agar arwah cowok B masuk ke alam cewek A).
Arwah wanita A kesepian, karena dia dibunuh dan dibuang di tempat terpencil. Dia mencari cowok yang baik B (karena dia mati oleh cowok yang berkelakuan buruk sehingga dia rindu merasakan kebaikan cowok). Cowok B tidak mau, sebab dia sudah mempunyai pacar C (Cowok B mengira cewek A menginginkannya menjadi cowok-nya. Padahal maksud Si Arwah, cowok B mati dulu agar arwah cowok B masuk ke alam cewek A).
Konflik sudah tercipta. Sekarang saya
harus merancang bagian akhir. Rasa kemanusiaan harus terasa di bagian
ini, oleh karena itu saya menginginkan arwah A harus diakhiri
penderitaannya dan menemui kedamaian tanpa mengorbankan cowok B (cowok B
tetap hidup dan tetap bersama pacar C). Saya melaksanakan pemikirin ini
dengan: Mayat cewek A diketemukan. Saya merancangnya diketemukan di
danau. Danau saya pilih sebab bagian konflik terjadi pada mimpi cowok B
di danau. Dan kenapa konflik di danau? Karena akan menimbulkan rasa
misteri. Gak lucu cerita horor terjadi secara massal (seperti film The Mummy).
Cerita horor harus terjadi pada kesendirian tokohnya atau grup kecil
dan pada tempat yang terpencil (dalam cerita saya, danau).
Pada bagian akhir, saya juga menceritakan
sejarah cewek A menjadi arwah. Sejarah cewek A ini saya gunakan untuk
memperkuat rasa sentimental di bagian konflik (yang lebih ke arah
konfrontasi antara cewek A dan cowok B). Setelah itu, saya memberitahu
pembaca bahwa cerita selesai dengan cara menarasikan kedatangan cowok B
ke makam cewek A bersama pacar C. Keikutsertaan pacar C ke makam bersama
cowok B saya gunakan sebagai keterangan akhir bahwa cowok B masih setia
pada pacarnya.
Bagian akhir perancangan cerita justru
merancang bagian permulaan (Lho?) sebab saya memulai dari bagian
konflik, bagian akhir terus ke bagian permulaan. Pada bagian permulaan,
saya harus melogiskan cerita di konflik dan bagian akhir.
- Kenapa cowok B bisa ketemu cewek A? Jawaban: Karena cowok B sedang KKN di desa tempat cewek A tewas dan cewek A ingin mencari seseorang untuk menemaninya dan memuaskan akan perasaan dicintai seorang cowok yang baik.
- Kenapa cewek A suka dengan cowok B? Jawaban: Karena perhatian cowok B dengan mengurut kakinya
- Cowok B harus diisolasi dari orang lain (dia harus sendirian berhadapan dengan cewek B agar lebih mendebarkan)
- Saya memasukkan chemistry antara cowok B-cewek A agar cerita lebih sentimentil dengan adegan cowok B mengurut cewek A. Tetapi kenapa cowok B mengurut cewek A? Oleh karena alasan ini, saya membuat cewek A jatuh karena terkejut. Lantas hal logis apa yang membuat cewek A terkejut, kan dia arwah, pastinya tak akan ada seseorang yang membuat arwah takut (kalau manusia takut arwah sih sudah jelas jawabannya). Jawaban: cewek A ingin menguji kebaikan cowok B
Sampai tahap ini, anda sudah mengetahui proses kreatifitas saya dalam membuat cerpen horor Temani Aku. Anda
pasti memperhatikan, bahwa saya cuma menggunakan A, B, dan C untuk
mengidentifikasi tokoh secara individu. Saya mempunyai kecenderungan
menyelesaikan plot cerita terlebih dahulu daripada nama karena bagi saya
plot adalah bagian terberat dalam memanjakan pembaca. Mengganti nama
tokoh dapat dengan cepat dilakukan di MS Words atau Open Office. Tinggal search dan replace tetapi
tidak dengan plot. Mengubah di titik tertentu plot bisa saja merubah
keseluruhan cerita. Membuat plot sama saja membuat pondasi sebuah rumah.
Lewat pondasi, kita dapat mengetahui ukuran ruangan, juga menentukan
apakah rumah kita dapat dibuat bertingkat atau tidak, atau apakah tembok
kita cepat menjadi lembab atau tidak.
Saya menginginkan arwah A haruslah cewek
manja (kelemahan) tetapi tangguh (kekuatannya). Sedangkah tokoh B
haruslah cowok setia (kekuatannya) tetapi mudah merasa kasihan
(kelemahannya). Dalam kelemahannya, cewek A ingin mencari seseorang
untuk menemaninya tetapi tangguh (ingin mencekik cowok B dalam mimpi).
Dalam kekuatannya cowok B tetapi setia dan tak menuruti cewek A namun
berusaha menemukan tempat mayat cewek A(karena kasihan terhadap
nasibnya, meskipun cewek A berusaha mencekiknya). Pemikiran-pemikiran
tadi yang membuat saya memilih nama Icha dan Jaka. Nama tersebut saya
ambilkan dari library saya, sebab saya sudah mempunyai kamus
nama lengkap dengan artinya. Saya mengulang-ulang nama Icha dan Jaka
dalam batin saya untuk merasakan efek nama ini, dan saya mantap
memakainya.
Sebagai akhir artikel, saya meringkas apa
yang sudah saya jelaskan pada artikel pertama dan kedua ini dengan
membandingkan waktu untuk mendapatkan hal tersebut antara cara
konvensional dan cara yang saya lakukan sebagai berikut:
| Nama Aksi | Cara Saya | Cara Konvesional Saya |
| Mendapatkan ide | Bank Ide: 0 menit, karena saya tinggal mengambil dari catatan saya | Mendadak: 3 hari |
| Mengerjakan bagian yang paling disukai (Anda dapat memilih sendiri sesuai kemampuan anda) | 0 menit | Bisa sampai sejam |
| Nama tokoh | Bank Nama: 0 menit. Saya tinggal mengambil dari library saya (kamus nama, catatan mengenai arti nama) | Bisa sampai sehari |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar